Pengembangan Masyarakat
atau ComDev
bukanlah hal yang baru, sekarang kegiatan tersebut telah diadopsi banyak
perusahaan sebagai tanggung jawab sosial
dengan tujuan dan aktifitas kegiatan yang lebih luas, Alokasi dana yang
digunakanpun semakin besar. Namun demikian kegiatan sosial
perusahaan di Indonesia saat ini
masih berjangka pendek
dan didasari motivasi untuk menolong anggota masyarakat yang dalam kesulitan,
bahkan cenderung sebagai sedekah.
Walaupun masih sangat relevan, saat ini
lebih dibutuhkan pendekatan CSR
yang berorientasi pada peningkatan produktifitas
masyarakat dan sangat kuat hubungannya dengan kondisi UKM
di Indonesia. Kinerja nyata yang
dihadapi oleh sebagian besar usaha terutama mikro, kecil,
dan menengah (UKM)
yang paling menonjol adalah rendahnya tingkat produktivitas,
rendahnya nilai tambah,
dan rendahnya kualitas produk,
sehingga dukungan pengembangan daya saing bagi UKM
oleh semua pihak termasuk Pihak Corporate dengan program CSR/Community
Development PKBL sangat diperlukan, hal ini bukan karena ukurannya yang
kecil, tapi karena produktivitasnya yang rendah.
Peningkatan produktivitas pada dunia usaha terutama usaha
kecil dan menengah akan berdampak
luas pada perbaikan kesejahteraan masyarakat (pada gilirannya akan
meningkatkan akses masyarakat pada layanan pendidikan dan kesehatan) karena
usaha kecil dan menengah
adalah tempat dimana banyak orang menggantungkan sumber kehidupannya. Fakta
ini terlihat dari persentase penyerapan tenaga kerja yang
tinggi pada usaha
kecil dan menengah, tetapi
kontribusi dalam output di katagorikan rendah, terutama bila upah dijadikan
sebagai ukuran produktivitas, upah rata-rata sepanjang tahun di usaha mikro
dan kecil umumnya berada dibawah upah minimum. Kondisi ini merefleksikan
masih rendahnya daya saing UKMK,
keadaan ini dalam jangka panjang tentu akan menghambat pengurangan
kantong-kantong kemiskinan serta pada kondisi yang parah akan meningkatkan
biaya sosial ekonomi
serta mengganggu kondisi lingkungan usaha
secara keseluruhan.
Kegiatan CSR (Community
Social Responsibllity) sebagai
bentuk solidaritas sosial perusahaan
bukan hanya berguna bagi masyarakat, tetapi juga sangat bermanfaat untuk
membentuk citra perusahaan,
dengan publikasi yang tepat akan sangat membantu membentuk
kepercayaan masyarakat pada perusahaan.
Kegiatan CSR
yang bermuatan "charity" ternyata dampaknya terhadap masyarakat hanyalah "menyelesaikan
masalah sesaat" hampir tidak ada dampak pada peningkatan
kesejahteraan masyarakat, sehingga
tidak optimal untuk membentuk citra perusahaan.
Program CSR akan
memberi dampak ganda untuk perusahaan dan masyarakat jika :
• Dari awal dirancang untuk meningkatkan produktifitas
guna meningkatkan daya beli
sehingga meningkatkan akses pada pendidikan dan kesehatan
jangka panjang, untuk itu perlu
diberikan penekanan pada keberlanjutan penguatan ekonomi
secara mandiri (berjangka waktu
yang jelas/mempunyai exit policy)
• Untuk memberikan ungkitan besar pada pendapatan
masyarakat maka kegiatan perkuatan
dilakukan pada rumpun usaha spesifik
yang saling terkait dalam rantai nilai,
setiap pelaku pada mata rantai nilai
pada dasarnya adalah organ ekonomi yang hidup, perkuatan dilakukan untuk
meningkatkan metabolisme (aliran barang, jasa, uang, informasi dan
pengetahuan) dalam sistem yang hidup tersebut yang pada gilirannya akan
meningkatkan performance setiap organ. Pendekatan CSR
yang smart adalah dengan mengambil peran sebagai fasilitatif-katalistik
sehingga kegiatan CSR
memberikan dampak pada rumpun usaha dalam satu rantai nilai.
Dengan pendekatan tersebut terbukti program CSR
bisa dilakukan dengan lebih efisien dan efektif untuk
pemberdayaan masyarakat yang lebih
luas. Kegiatan CSR
yang berorientasi pada peningkatan produktifitas masyarakat
dan daya saing ekonomi akan sangat
bermanfaat besar pada masyarakat, karena daya saing
adalah prasyarat untuk mencapai
mutu kehidupan yang lebih baik secara berkelanjutan.
Kembali ke halaman muka Jaringan Usaha Kecil Indonesia