KUKM Agar Manfaatkan Industri Kreatif
Kamis, 03 Juli 2008 ,BANDUNG,
(PRLM) - Pelaku koperasi dan usaha kecil menengah (KUKM) di Jawa Barat harus mampu memanfaatkan pengembangan industri kreatif, terutama yang berpeluang besar untuk meningkatkan "value added" (nilai tambah ekonomis) para pelaku usaha. Upaya itu perlu terus didorong, apalagi saat ini sudah ada dukungan "blue print" pengembangan ekonomi kreatif serta disahkannya UU UMKM.
"Era ekonomi nanti arahnya pada industri kreatif, sehingga UKM dan koperasi bisa lebih meningkatkan produksi dan pemasarannya melalui pengembangan industri kreatif ini. Saya kira, "blue print" pengembangan ekonomi kreatif itu dapat menjawab beberapa kendala klasik yang dihadapi pelaku usaha selama ini," ujar Deputi Menteri Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kemenneg KUKM, Ikhwan Asrin, di sela pembukaan "Cooperative Fair", terkait "Peringatan Hari Koperasi tingkat Jabar 2008", di Lapangan Gasibu Bandung, Kamis (3/7).
Ia menjelaskan, besarnya potensi UKM dan koperasi di Jabar untuk mendorong pengembangan industri kreatif ini cukup beralasan. Selain ditopang jumlah pelaku UKM yang besar sekitar 7,2 juta unit usaha, juga memiliki sumber daya manusia yang kreatif di wilayah Jabar ini terutama di kota Bandung sebagai ibu kota Jabar.
Pembukaan "Cooperative Fair 2008" dihadiri pula antara lain Ketua Dekopin Adi Sasono, Gubernur Jabar H. Ahmad Heryawan, Kepala Dinas KUKM Jabar Drs. Mustopa Djamaludin M.Si., Pinisepuh Gerakan Koperasi Jabar H. Danny Setiawan, Ketua Koperasi Sauyunan Jabar H. Syafik Umar yang juga Pemimpin Umum HU "PR", Ketua Dekopinwil Jabar H. Wans Ibrahim, unsur Muspida Jabar, serta sejumlah pelaku KUKM Jabar dan beberapa daerah lain di Indonesia
Sumber: www.pikiran-rakyat.com
Kembali ke halaman muka Jaringan UKM online Indonesia