Jum'at, 04 Juli 2008 , 19:41:00
BANDUNG, (PRLM)
Pemerintah siap mendorong sistem resi gudang (SRG) terutama untuk membantu para petani dan pelaku usaha kecil menengah (UKM), dalam mengakses kredit ke perbankan. Resi gudang ini merupakan dokumen atau surat bukti kepemilikan barang yang disimpan di gudang, yang bisa digunakan sebagai agunan atau memenuhi syarat kolateral dalam mengajukan kredit.
"Sistem resi gudang ini tidak saja membantu para petani dan pelaku usaha untuk mengakses kredit, tapi juga bisa menguntungkan perbankan itu sendiri, karena ada kepastian agunan dan kelayakan usaha," ujar Kepala Biro Pasar Fisik dan Jasa-Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Departemen Perdagangan, Sutriono Edi, di sela-sela Temu Bisnis "Cooperative Fair", di Bandung, Jumat (4/7).
Menurut Sutriono, saat ini sudah ada beberapa daerah yang menerapkan SGR terutama untuk membantu akses kredit ke perbankan, yaitu di Jombang (Jatim), Indramayu (Jabar) dan Purwokerto (Jateng). "Ini sudah mulai berjalan sejak Mei 2008 lalu, dan ke depan diarahkan bisa dikembangkan juga di daerah lain. Dengan mempunyai resi gudang, pelaku usaha bisa mempunyai agunan. Adapun kredit yang bisa diterima, sekitar 70% dari nilai resi gudang yang dimiliki," katanya.
Ia menjelaskan, SGR tidak hanya mendukung akses kredit tapi juga bisa memberikan banyak manfaat lain, baik itu bagi petani, pengelola gudang, maupun bank. Bagi petani produsen, antara lain bisa mendapatkan harga lebih baik dengan menunda waktu penjualan. Lalu, ada kepastian kualitas dan kuantitas terhadap barang yang disimpan, mendapat pembiayaan dengan cara tepat dan mudah, serta mendorong pelaku usaha untuk bekerja secara berkelompok sehingga bisa meningkatkan posisi tawar.
Sedangkan manfaat bagi usaha pergudangan, SGR dapat mendorong tumbuhnya industri pergudangan dan usaha terkait, serta memperoleh pendapatan dari jasa pergudangan. "Bagi usaha perbankan dan asuransi, bisa menumbuhkan peluang baru jasa perbankan dan asuransi di daerah. Selain itu ada perlindungan yang tinggi atas jaminan, aktivitas penyaluran kredit lebih menguntungkan, serta jaminan bersifat likuid," tuturnya
Sumber: www.pikiran-rakyat.com
Kembali ke halaman muka Jaringan UKM online Indonesia